test2_POPULAR - qq998
- Minggu,POPULAR - qq998 23 Februari 2025 19:56 WIB
- waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) - Tim Nasional Bola Basket Indonesia mengakhiri Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 tanpa kemenangan seusai kalah dari Korea Selatan dengan skor akhir 63-90 dalam laga yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.
Indonesia kalah enam kali (0-6) dalam seluruh pertandingan di Grup A bersama Australia, Korea Selatan, dan Thailand. Timnas basket Indonesia berada di dasar klasemen Grup A yang dipuncaki oleh Australia (6-0), Korsel (4-2), dan Thailand (2-4).
Indonesia yang sudah dipastikan gagal lolos babak kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 sebelum masuk ke lapangan, bermain tanpa beban di awal laga dan bisa mengimbangi permainan dari tim tamu. Di kuarter pertama, Abraham Damar dkk hanya tertinggal 7 poin dengan skor 17-24.
Baca juga: Timnas basket diminta tampil maksimal hadapi Korea Selatan
Namun anjloknya produktivitas poin Indonesia di kuarter kedua yang hanya mencetak 7 poin, berbanding 25 poin dari Korea, menjadi momentum bagi tim tamu untuk mempertahankan keunggulan.
Seusai turun minum, Indonesia kembali dalam permainan dan berhasil mengimbangi permainan Korea. Abraham Damar, Yudha Saputera, dan Muhamad Arighi berganti-gantian mencetak tiga angka yang membantu Indonesia mengimbangi tim tamu.
Indonesia hanya selisih mencetak setengah bola di kuarter ketiga dengan torehan 23-24, yang membuat skor 47-73.
Pada kuarter akhir, Pelatih Kepala Timnas Indonesia Johannis Winar menurunkan pemain cadangan yang juga berhasil mengimbangi permainan Korea Selatan. Nama-nama seperti Rio Disi, Ali Bagir, dan Julian Chalias berhasil menambah angka dengan total 16 poin berbanding 17 yang dicetak Korea Selatan.
Abraham Damar Grahita memimpin perolehan poin Indonesia dengan 13 angka, Arighi 11 poin, dan Julian Chalias 10 poin. Yudha Saputera paling banyak memberikan umpan dengan torehan sembilan assist, meski hanya mencetak enam poin lewat dua kali tripoin. Sementara pemain naturalisasi Lester Prosper yang juga mencetak enam poin lebih banyak berkontribusi di bawah ring dengan catatan 10 rebound.
Dari Korea, seluruh pemainnya berhasil mencatatkan angka dengan distribusi poin yang merata. Woosuk Lee 13 poin, Yongjun An, Seonghyun Lee, dan Yungi Ha sama-sama mencetak 10 poin.
Baca juga: Kalah lawan peringkat 7 FIBA, Ahang: Kami main di luar irama permainan
Baca juga: Pelatih timnas Australia: Kami bertahan dengan bagus lawan Indonesia
Baca juga: Indonesia kalah lawan Australia meski Prosper pimpin raihan rebound
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025
下一篇:Wamenpora yakin efisiensi anggaran tak pengaruhi program PB PODSI
相关文章:
- Jakarta LavAni mengamankan kemenangan 3
- Asian Games 2026 pertandingkan 11 nomor cabang olahraga esports
- Kemenpora masih tinjau proposal pelatnas 2025
- Berapa banyak makanan yang terbuang sia
- Klasemen terkini Proliga 2025 setelah seri Bandung
- Pelatih terkejut lihat penampilan Popsivo saat kalahkan Mandiri
- Wakil Ketua Komisi VI DPR: UU BUMN jelaskan Danantara bisa diaudit
- Yoseph Taher tertahan pada peringkat ketiga GM Tournament
- Imbas efisiensi, Menpora: Pengiriman atlet ke SEA Games tak jor
- CEO UFC tidak menjamin Ilia Topuria langsung hadapi Islam Makhachev
相关推荐:
- Running Summit 2025 jadi momentum pencarian bibit pelari muda
- Indonesia sabet empat juara pada ajang Singapore Challenge 2025
- Menpora sebut SAC bentuk ekosistem dukung kemajuan atletik Indonesia
- Jakarta LavAni mengamankan kemenangan 3
- Tavares minta suporter tetap beri dukungan kepada Matheus Silva
- Rio Waida mengamankan tempat di perempat final WSL Abu Dhabi Pro
- Taufik Hidayat: Organisasi olahraga tak bisa hanya andalkan pemerintah
- Kalahkan Arellano, Flores pertahankan gelar juara WBA Continental USA
- Albert Ramirez hadapi Calic untuk pertahankan gelar kelas ringan WBA
- PB ESI lebih selektif pilih nomor potensial dampak efisiensi anggaran
- Rio Waida naik ke peringkat enam dunia setelah runner
- EVOS ingin para pemain tetap berprestasi di dunia pendidikan
- Rosan pastikan Danantara tak kebal hukum, bisa diperiksa KPK dan BPK
- EVOS ingin para pemain tetap berprestasi di dunia pendidikan
- PLN Mobile Proliga 2025 dukung UMKM Kalbar
- Kalahkan Arellano, Flores pertahankan gelar juara WBA Continental USA
- Kemenpora masih tinjau proposal pelatnas 2025
- Palembang BSB melaju ke final four usai tekuk Jakarta Garuda
- Ajang sepeda Tour of Baturraden 2025 bawa misi kemanusiaan
- Gubernur Papua: Bonus bagi atlet berprestasi segera dibagikan